Konflik Ikan Hiu Dan Manusia

Minggu, 03 April 2022

Konflik Ikan Hiu Dan Manusia

Konflik hiu dan manusia

Konflik manusia dan ikan hiu akan menjadi pembahasan terakhir tentang ikan hiu, jadi buat kamu yang sudah membaca artikel tentang pembahasan ikan hiu jangan sampai tidak membaca pembahasan penutup ini.

Dari berbagai ancaman manusia terhadap hiu, yang paling terkenal adalah shark  finning atau perburuan Sirip hiu yang umumnya dilakukan oleh perusahaan penangkapan ikan komersial dan banyak nelayan di seluruh dunia yang lebih menyedihkan setelah hiu ditangkap dan dipotong siripnya hiu yang masih hidup kemungkinan besar akan dibuang begitu saja ke laut untuk mengurangi berat dan ruangan perahu atau kapal.

Kegiatan ini mulai dilakukan di Cina pada Milenium pertama yang mana masyarakatnya menggunakan Sirip Hiu sebagai bahan sup, untuk disajikan kepada tamu pada acara sosial tertentu. Dimana masakan adalah sebuah simbol status sosial dari tuan rumah.

Walau sebagian besar produk sirip ikan hiu diperdagangkan melalui Hongkong, tidak sedikit yang disalurkan ke pasar lokal di seluruh penjuru dunia untuk menyuplai baik restoran maupun perorangan. Permintaan Global tahunan untuk sirip ikan hiu mengakibatkan terjadinya perburuan puluhan juta hiu setiap tahunnya.

Banyak organisasi yang melakukan kampanye yang mengecam konsumsi sirip ikan hiu, sehingga sejak tahun 2011 beberapa restoran di penjuru dunia Telah menghapus sup sirip ikan hiu dari menu mereka. Dan pada awal 2012 hidangan sup sirip ikan hiu sudah tidak lagi disajikan pada restoran resmi di China.

Namun bukan berarti perburuan telah berhenti sepenuhnya, karena ada hubungannya dengan adat budaya dan kesehatan konsumsi sirip ikan hiu dipercaya masih terus berlangsung hingga sekarang. Mitos akan kesehatan yang prima keperkasaan dan awet muda menarik minat banyak orang untuk mengkonsumsi sup sirip ikan hiu ini.

Padahal banyak penelitian yang membuktikan kalau semua itu adalah pseudo science, sirip ikan hiu tidak mengandung khasiat apapun bagi kesehatan manusia. Penelitian juga telah membuktikan kalau sirip ikan hiu tidak memiliki manfaat nutrisi, di dalam segi rasa sirip ikan hiu juga mirip dengan tulang rawan ayam alias tanpa rasa.

Bahkan siip hiu bisa saja mengandung efek yang merugikan, karena posisi hiu berada di puncak rantai makanan berarti mereka dapat mengandung segala hal yang mereka serap dari mangsa mereka. Seperti merkuri, kadmium, arsenik dan Logam beracun lainnya dalam jumlah yang membahayakan.

Jaringan pada sirip ikan hiu diketahui memiliki neurotoxin MAA yang diproduksi oleh cyanobacteria, dan jika manusia mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi MAA, maka dapat berakibat pada beberapa bentuk dari penyakit neurodegenerative pada manusia. Jadi Sudahlah manusia makan yang ada aja yang umum aja.

Banyak orang takut pada hiu dan berpikir bahwa hiu akan langsung menyerang saat Mereka melihat Manusia. Namun itu tidaklah benar, sebaliknya sebagian besar hiu justru akan menghindari manusia. Dari ratusan spesies yang ada hanya empat spesies hiu yang tercatat nah menyerang manusia, dalam setahun laporan orang diserang hiu di seluruh dunia paling banyak hanya lima.

Jika dibandingkan Justru lebih banyak hiu yang dibunuh oleh manusia yang jumlahnya sekitar 100 juta ekor setiap tahunnya. Jadi siapa yang lebih ganas? 

Di Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan dan tempat lain di sepanjang pesisir dimana hiu kerap ditemukan.

Pengelola pantai umum biasanya memiliki menara penjaga Bell dan sirine Jaring atau papan pengumuman. Sejak tahun 1937 jaring pembatas telah digunakan di pantai-pantai Australia untuk menahan hiu dan ini cukup efektif.

Spesies yang paling ditakuti adalah hiu putih, keberadaan yang tidak menentu di pesisir perairan Amerika, diasosiasikan dengan serangan yang juga tidak menentu di sepanjang pesisir California dan beberapa tempat lainnya. Dan ini yang menyebabkan banyak film mengadopsi cerita tentang hiu yang menyerang manusia.

Hiu yang biasanya terlibat dalam perilaku penyerangan terhadap manusia adalah The Great White Shark atau hiu putih raksasa, tiger shark atau hiu macan, Bullshark atau hiu banteng, whitetip, hiu biru dan hiu martil.

Tapi tidak semua kehadiran hiu dapat dikategorikan sebagai serangan, penelitian menunjukkan bahwa laporan serangan hiu terhadap manusia biasanya terjadi saat hiu sedang lapar terganggu atau dalam beberapa kasus teritorial hiu hanya berusaha melindungi wilayah mereka.

Interaksi hiu dengan manusia seringkali terjadi akibat kekeliruan identifikasi, hiu mengira kalau manusia yang berenang adalah mangsa potensial mereka. Getaran tendangan yang terjadi di dalam perairan diartikan oleh beberapa hiu besar sebagai gerakan tidak teratur dari organisme yang sedang terluka. Ditambah penciuman hiu terhadap darah sangat sensitif, jadi kalau kamu sedang punya luka atau sedang menstruasi jangan berenang di laut. 

Sekarang orang-orang berusaha untuk melindungi hiu karena banyaknya edukasi yang menyebutkan kalau hiu memainkan peran yang sangat istimewa dalam ekosistem lautan, yaitu menjaga populasi organisme laut dan menjaga rantai makanan agar tetap seimbang.

Tanpa hiu ekosistem laut akan berantakan, menurut ICN sekitar 37 persen Hiu dan pari di dunia dianggap rentan dalam data tahun 202, naik dari 33 persen pada data yang dikumpulkan tujuh tahun yang lalu. Dan jika dilihat sejak tahun 1970, populasi hiu di dunia Telah turun hingga 71 persen. 

Hiu telah ada di planet ini selama 450.000.000 tahun dan telah selamat dari 5 kepunahan massal Namun semua spesies hiu saat ini berada diambang kepunahan 100.000.000 hiu dibunuh setiap tahun karena aktivitas manusia.

Dan jika kita tidak menghentikan pembantaian brutal terhadap hiu ini, maka mereka tidak akan bertahan dimasa depan. Terima kasih kepada media ikan yang megah ini menjadi buruk di mata manusia,Terima kasih kepada kultur banyak nyawa harus hilang karena berita yang ngelantur.

Akan memilukan dan memalukan melihat spesies yang telah sukses beradaptasi dengan perubahan lingkungan selama hampir setengah milyar tahun musnah oleh manusia spesies yang relatif baru di muka bumi.

Indonesia sebagai negara maritim yang Wilayah perairan lebih luas daripada wilayah daratannya, harusnya membekali diri dengan pengetahuan dasar akan apa yang terkandung di dalam birunya lautan. Sehingga warganya dapat tercerahkan dan mampu membentengi diri dari kehebohan maupun kebodohan.

0 Komentar di "Konflik Ikan Hiu Dan Manusia"

Posting Komentar