Reproduksi ikan hiu akan menjadi pembahasan selanjutnya di artikel ini, sesuai janji, Penulis masih akan melanjutkan pembahasan ikan hiu. Maka dari itu simak sampai habis ya.
Fertilisasi pada hiu terjadi di dalam atau internal, pejantan mengantarkan sperma ke betina dengan menggunakan organ kopulatoris spesial yaitu Clasper atau penjepit. Hiu menginvestasikan banyak energi untuk menghasilkan beberapa anak yang telah berkembang dengan baik yang memiliki peluang bagus untuk bertahan hidup.
Beberapa spesies hiu mungkin hanya mengandung dua anak setiap kehamilannya namun tidak jarang juga yang mengandung antara sembilan hingga 14 anak, spesies tertentu seperti hiu biru dan hiu paus diketahui mampu melahirkan hingga 100 anak pada setiap kehamilannya.
Masa hidup hiu berkisar antara 10 hingga 30 tahun tergantung spesies dan keadaan lingkungan, namun hiu Greenland diketahui dapat hidup antara 250 hingga 500 tahun menjadikannya vertenrata dengan masa hidup paling lama.
Reproduksi Hiu
Reproduksi pada hiu meliputi tiga metode utama metode yang paling umum adalah ovipar, ovovivipar, vivipar dan terdapat metode parteogenesis di beberapa spesies hiu. Berikut ulasan lengkapnya:
Ovipar
Beberapa spesies hiu bereproduksi dengan cara ovipar, dimana hiu menghasilkan telur yang terbungkus dalam casing yang fleksibel namun keras. Hiu betina akan menguras energi setelah pembuahan terjadi mereka mungkin akan hamil selama berbulan-bulan bahkan beberapa spesies akan hamil hingga dua tahun.
Setelah siap bertelur, hiu betina akan memastikan casing telur itu diletakkan di tempat yang aman dan jauh dari pemangsa. Telur didalam casing ini akan butuh waktu 6-9 bulan untuk menetas tergantung pada spesiesnya, casing telur ini dapat memiliki banyak dan warna mereka akan dililitkan ke beberapa tempat yang dirasa aman oleh induknya biasanya di dasar laut terumbu karang atau diantara hutan rumput laut.
Setelah diletakkan, embrio didalam casing telur mulai berkembang. Casing ini seperti mesin pendukung kehidupan bagi anak hiu, didalamnya berisi semua yang mereka butuhkan embrio menyerap nutrisi dari kantong kuning telur sebelum menetas dan akan muncul sebagai versi Mini dari hiu dewasa.
Casing telur kosong ini seringkali ditemukan terdampar di pantai dan seringkali digunakan untuk mengetahui habitat utama dari spesies hiu tertentu, casing ini juga disebut Mermaid Pearce atau dompet putri duyung karena teksturnya yang biasanya mirip dompet kulit.
Ovovivipar
Pada spesies hiu ovovivipar, betina akan membiarkan telur-telur mereka tetap didalam tubuhnya memberikan keamanan ekstra dari predator. Embrio akan berkembang dalam cangkang telur yang berupa membran tipis, setelah berkembang bayi hiu akan menetas di dalam rahim induknya.
Kemudian anak-anak ini akan terlahir dengan kantong kuning telur yang melekat ditubuhnya. Hiu tertentu kadang tidak segera lahir setelah menetas, sebaliknya mereka tetap tinggal di dalam rahim induknya dan akan memakan telur yang tidak dibuahi.
Perilaku ini dikenal sebagai oophagy, dalam beberapa kasus anak hiu tidak hanya memakan telur yang tidak dibuahi tetapi juga saudara kandungnya yang belum menetas dan perilaku ini disebut kanibalisme intrauterin.
Vivipar
Hiu vivipar adalah hiu dengan metode reproduksi yang paling canggih, bayi hiu vivipar akan berkembang di dalam tubuh induknya menerima nutrisi dan oksigen melalui tali pusar.
Hal ini sangat mirip dengan metode yang digunakan oleh mamalia, namun tidak seperti mamalia ketika anak hiu lahir mereka langsung Mandiri dan harus berjuang mencari makan Dan menghidupi diri sendiri.
Partenogenesis
Pada beberapa spesies hiu kehamilan dapat terjadi tanpa pembuahan telur, beberapa hiu betina dapat berkembang biak tanpa jantan ini dikenal sebagai partenogenesis. Hiu seperti Bonnetheads, Blacktips dan Zebra memiliki kemampuan partenogenesis ini.
Banyak hiu akan bertelur atau melahirkan anak-anaknya di perairan yang hangat dan dangkal dimana persediaan makan cukup baik dan hanya memiliki sedikit pemangsa. Begitu anak hiu telah mencapai ukuran remaja, mereka akan meninggalkan zona aman dan nyaman tersebut dan memasuki dunia yang lebih luas dan keras.
Namun Betapapun besarnya upaya induk hiu menyediakan keamanan untuk anak-anaknya, pada akhirnya hidup mati hiu berada ditangan manusia. Baik itu karena perburuan, pengambilan ikan yang berlebihan, ataupun polusi.
Reproduksi hiu bisa dibilang lambat masa hamil dan masa inkubasi telur memakan waktu cukup lama, mengakibatkan beberapa spesies mungkin hanya melahirkan lima anak seumur hidupnya akibatnya populasi uterus menurun dari waktu kewaktu.

0 Komentar di "Reproduksi Ikan Hiu ! Ternyata Begini Cara Hiu Bekembang Biak"
Posting Komentar